Rabu, 08 Februari 2017

Sejarah Motor tua di Indonesia

Sejarah Motor tua di Indonesia
Sepeda motor di Indonesia pertama kali dimiliki oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter pada tahun 1893.    Sehari-hari  J.C. Potter bekerja sebagai Masinis Pertama di pabrik gula Oemboel (baca: Umbul) Probolinggo, Jawa Timur.   J.C. Potter juga dikenal sebagai penjual mobil yang mendapat kepercayaan Sunan Solo untuk mengurusi pengiriman mobil pertamanya dari Eropa.
Dalam buku Krèta Sètan (de duivelswagen) dikisahkan bagaimana John C. Potter memesan sendiri sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman.

Sepeda motor itu tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama milik Sunan Solo (merk Benz tipe Carl Benz) tiba di Indonesia.  Hal itu menjadikan J.C. Potter sebagai orang pertama di Indonesia yang menggunakan kendaraan bermotor.   Selain itu, ada hal yang menarik apabila kita mengamati tahun kedatangan sepeda motor tersebut.
Untuk diketahui, sepeda motor pertama di dunia (Reitwagen) lahir di Jerman pada 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach tetapi belum dijual untuk umum.   Tahun 1893, sepeda motor pertama yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman.  Sepeda motor ini pertama kali masuk ke Amerika Serikat pada tahun 1895 ketika seorang pemain sirkus asal Perancis membawanya ke New York.   Jadi, meski yang membawanya bukan orang pribumi Indonesia, tetapi sebuah hal yang luar biasa ketika sepeda motor komersial pertama di dunia ternyata langsung dikirim ke Indonesia pada tahun pertama pembuatannya.   Terlebih lagi, baru dua tahun kemudian sepeda motor komersial pertama tersebut masuk Amerika Serikat.   Jadi, sepeda motor yang pertama kali masuk Indonesia merupakan sepeda motor pertama di dunia juga.

Sepeda motor ini tidak menggunakan rantai dan roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft).   Meski berusia ratusan tahun, ternyata motor komersial pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai diantaranya adalah twin-silinder horizontal, 4 valve, berpendingin air, dan berkapasitas mesin besar yaitu 1.500 cc dengan bahan bakar bensin atau nafta.  Namun, meski bermesin besar tetapi tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5HP saja pada 240rpm.  Selain itu, sepeda motor ini belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki (accu), belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel listrik.
Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan mestabilkan mesinnya.   oleh kruk as (crankshaft).   Meski berusia ratusan tahun, ternyata motor komersial pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai diantaranya adalah twin-silinder horizontal, 4 valve, berpendingin air, dan berkapasitas mesin besar yaitu 1.500 cc dengan bahan bakar bensin atau nafta.  Namun, meski bermesin besar tetapi tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5HP saja pada 240rpm.  Selain itu, sepeda motor ini belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki (accu), belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel listrik.  

Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan  Pada tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman John C Potter.   Sepeda motor itu teronggok selama 40 tahun di pojokan garasi dalam keadaan tidak terawat dan berkarat.   Atas bantuan montir-montir marinir di Surabaya, sepeda motor milik John C Potter itu direstorasi (diperbaiki seperti semula) dan disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor.   Kemudian sepeda motor antik itu diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di Surabaya yang kemudian pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo dengan nomer inventaris 10.81 kategori IPTEK namun memberikan deskripsi yang berbeda, yaitu sebagai sepeda motor uap merk Daimler. 

Pada 1899, di negeri ini juga sudah hadir sepeda motor listrik beroda tiga yang menggunakan tenaga baterai, yang bern

Rabu, 01 Februari 2017

Sejarah dan Evolusi "Sang legenda" Honda Cb dari masa ke masa



Apa itu Honda CB?
Motor Tua itu kini tengah naik daun. Disamping harganya yang murah juga enak buat dimodifikasi karena bisa dicangkokan komponen mesin generasi HONDA semisal GL 100, GL PRO, TIGER juga bisa mencaplok komponen motor lain semisan SHOCK Depan RX-KING dll.



Dipenghujung tahun 2000 an motor ini cuma dihargai sekitar 300 Ribuan , lalu naik menjadi 700 ribuan , 2 tahun yang lalu masih sekitar 1 jutaan dan ditahun ini harganya melejit lagi sekita 1,8 jutaan. Fantastik…. itu semua berkat ulah para modifikator yang menjadikan motor CB ini sebagai BASIS MOTOR MODIFIKASI. Tapi untuk modifikasi SPEED alias LARI atau untuk TRAIL CC yang kecil tidak mumpuni maka harus di BORE UP dengan menggunakan SEHER TIGER. Biaya yang dikeluarkanpun jadi membengkak. Saran untuk yang mau modif CB lebih baik ambil basis yang 1 atau 2 Tingkat diatasnya semisal GL 100 , atan GL PRO lebih enak dimodifnya karena mesin nya lebih gampang dan MURAH dimodifikasi

Kebijakan Pemerintah?
Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya; PT Honda Federal (1974) memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dsb. PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) khusus memproduksi peredam kejut PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) memproduksi mesin sepeda motor PT Federal Izumi Manufacturing (1990) khusus memproduksi piston Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan anak-anak perusahaan di-merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, dengan komposisi saham 50% PT Astra International Tbk dan 50% Honda Motor Co. Japan.



Saat ini AHM memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan ; Pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik kedua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Pabrik ketiga sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005. Pada tahun 2007, AHM menempati ranking pertama penjualan sepeda motor di Indonesia dan tingkat ASEAN dengan produksi ke-20 jutanya. Pada tingkat dunia, AHM menempati ranking 3 setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India.

Inilah perkembangan "Sang Legenda"
HONDA BENLY CB92 SUPER SPORTS 1959
The first sports model to bear the CB name. This high-performance version of the C90 participated in the 2nd All-Japan Motorcycle Clubman Race held at Mt. Asama.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC Chain Train
Engine displacement 124.67cc
Maximum power 15PS / 10,500rpm
Maximum torque 1.06kgm / 9,000rpm
Maximum speed 130km/h
Dry weight 110kg
Frame type Back Bone Pressed Steel
Suspension (Front) Leading Bottom Link
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 155,000yen


HONDA SUPER SPORTS CB95 1959
The CB95 was a larger displacement version of the original CB92. Together with the CB92 and CR71, these machines formed Honda's super sport trio. They dominated the 2nd Mt. Asama and the 3rd Utsunomiya Clubman race in the 200cc class.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC Chain Train
Engine displacement 154.6cc
Maximum power 16.5PS / 10,000rpm
Dry weight 115kg
Transmission 4-Speed


HONDA DREAM CB72 SUPER SPORTS 1960
A genuine 250cc sports model aimed at expanding the motor sports market. It was optionally equipped with a full assortment of race kit parts. These machines played active roles on the road racing, motocross, and touring scenes.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC
Engine displacement 247.33cc
Maximum power 24PS / 9,000rpm
Maximum torque 2.06kgm / 7,500rpm
Maximum speed Type I:155km/h・Type II:145km/h
Dry weight 153kg
Frame type Back Bone Steel Pipe
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 187,000yen
[/SPOILER]

HONDA BENLY CB125 1964
This OHC twin-cylinder sports bike featured a steel-tube frame and technology taken from Honda's world GP racers. It delivered class-leading performance at the time.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC
Engine displacement 124.6cc
Maximum power 15PS / 10,500rpm
Maximum torque 1.07kgm / 9,200rpm
Dry weight 127kg
Frame type Back Bone Steel Pipe
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 155,000yen

HONDA DREAM CB450 1965
Japan's first DOHC street machine, the CB450 was developed to compete in the overseas big-bike market. Its 450cc engine boasted the performance of a 650.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin DOHC
Engine displacement 444cc
Maximum power 43PS / 8,500rpm
Maximum torque 3.82kgm / 7,250rpm
Maximum speed 180km/h
Dry weight 187kg
Frame type Semi-Double Cradle
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 268,000yen

HONDA DREAM CB450D SUPER SPORTS 1967
The D stands for Desert Scrambler. This machine made for export to the U.S.A., featured left and right upswept exhausts and a teardrop tank. The foundation for the CL450 and CB450K1, various parts were available for sale in kits and otherwise.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC
Engine displacement 444cc
Maximum power 43PS / 8,500rpm
Maximum speed 180km/h
Dry weight 187kg
Transmission 4-Speed

HONDA DREAM CB250 1968
A new kind of sports bike designed for the booming markets of the seventies, the CB250 pumped out a screaming 30PS from its OHC twin engine mounted in an all new frame. Two versions were produced: a CB72 style and a two-tone export version.

Sekarang di Indonesia lagi trennya motor CC nanggung alias 250cc tapi jaman dulu Honda udah punya tapi bukan versi sportnya,hmmm kebayang dong 250cc bisa lari 160kpj, kaya apa itu, belum lagi tanpa fairing.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC
Engine displacement 249cc
Maximum power 30PS / 10,500rpm
Maximum torque 2.14kgm / 9,500rpm
Maximum speed 160km/h
Dry weight 149kg
Frame type Cradle
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 187,000yen

HONDA DREAM CBCL250 1968
This stylish street scrambler made its debut with the high-powered CB250. It featured a skid plate for off-road riding, upswept exhaust and a 19-inch front wheel.


Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC
Engine displacement 249cc
Maximum power 27PS / 10,000rpm
Maximum torque 2.07kgm / 8,000rpm
Maximum speed 150km/h
Dry weight 148kg
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 189,000yen

HONDA BENLY CB125 1969
This sports model was developed along the same concept as the CB250 and CB350. Features included a newly developed frame, twin-cylinder engine, 5-speed transmission and a tachometer.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC
Engine displacement 124cc

Maximum power 15PS / 11,000rpm
Maximum torque 1.05kgm / 9,500rpm
Maximum speed 130km/h
Dry weight 112kg
Frame type Semi-Double Cradle
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Carvone
Price (At the time) 147,000yen

Ini dia gan yang langka di Indonesia, Honda CB 125 Twin atau kalau di negeri nya sana disebut Benly.. Bayangin 125cc bisa lari sampai 130kpj, kalah motor-motor jaman sekarang,kenapa bisa gitu ya? mungkin motor jaman sekarang banyak fitur elektroniknya jadi agak berat, engga seperti jaman dulu yang cuma mengandalkan platina..hmmm salut buat Sochiro Honda.

HONDA DREAM CB750 FOUR 1969
A super sport model equipped with the world's first mass-production four-cylinder OHC engine. With the theme of "achieving higher power while maintaining safety," this machine featured Honda's first double cradle frame and hydraulic disk brake and its appearance led to a worldwide Nanahan (750cc engine bike) boom.

Type of engine Air-Cooled 4-st. OHC
Engine displacement 736cc
Maximum power 67PS / 8,000rpm
Maximum torque 6.1kgm / 7,000rpm
Maximum speed 200km/h
Dry weight 218kg
Frame type Double Cradle
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 385,000yen

Untuk motor yang satu ini masuk jajaran motor terbaik yang pernah dibuat versi Discovery channel loh, mau lihat ? nih bukti videonya... [YOUTUBE]<iframe width="640" height="360" src="//www.youtube.com/embed/yeMgEuf30G4?feature=player_embedded" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>[/YOUTUBE] [/SPOILER]

HONDA CB1100 2013
The 90cc CB sports bike. Its newly designed OHC engine delivered high-revving high-performance. Mated to a 5-speed transmission and mounted in a diamond-configuration steel-tube frame, it offered sporty riding characteristics.

Ini dia nih legenda motor CB yang ada di Indonesia, Honda CB90 tahun 1970. Sebenernya cuma beda nama, kalau untuk pasar Amerika dan Eropa mereka disebut CB90 tapi di Indonesia atau mungkin kawasan Asia banyak yang mengenal dengan sebutan CB100, terus apa bedanya sama gelatik ?? sama aja hanya masalah dipenyebutan.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Single OHC
Engine displacement 89cc
Maximum power 10.5PS / 10,500rpm
Maximum torque 0.76kgm / 9,000rpm
Maximum speed 110km/h
Dry weight 85kg
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 90,000yen

HONDA CB750 RACER 1970
This machine is the CB750FOUR racer which made its debut in the Daytona 200 Mile Race and gave Honda its first victory in 1970. This racer was released in two versions: 1) A complete racer, which was produced by order mainly for export, and; 2) An assembly kit, which contained parts and components including the engine and frame supplied by RSC.(Winning machine in the Daytona 200 Mile Race in 1970; No.2 Dick Man)

Type of engine Air-Cooled 4-st. Inline-4 OHC
Engine displacement 748.6cc
Maximum power over 90PS / 9,000rpm
Maximum speed over 230km/h
Dry weight 170kg
Transmission 5-Speed

HONDA DREAM CB350 EXPORT 1970
Continuing in the tradition of the CB72, this sports model mounted a newly designed vertical twin engine. Mainly exported to North America.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Twin OHC
Engine displacement 325cc
Maximum power 36PS / 10,500rpm
Maximum torque 2.55kgm / 9,500rpm
Maximum speed 170km/h
Dry weight 150kg
Frame type Semi-Double Cradle
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 196,000yen

HONDA BENLY CB50 1971
This sporty model featured a newly designed single overhead camshaft engine, tubular frame, tachometer, megaphone muffler and sleek tank.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Single OHC
Engine displacement 49cc
Maximum power 6PS / 10,500rpm
Maximum torque 0.41kgm / 8,500rpm
Dry weight 71kg
Frame type Diamond
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 75,000yen

HONDA DREAM CB500 FOUR 1972
The second machine in Honda's 4-cylinder street line-up, the elegant CB500 combined a high-performance engine with a lightweight chassis to deliver superbly balanced handling.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Inline-4 OHC
Engine displacement 498cc
Maximum power 48PS / 9,000rpm
Maximum torque 4.1kgm / 7,500rpm
Maximum speed 180km/h
Dry weight 184kg
Frame type Double Cradle Steel Pipe
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 335,000yen

HONDA CB750 RACER 1973
This is an improved version of the CB750 which won the 1970 Daytona 200 in its debut outing. Its fairing was the first to use Honda's new red, white and blue colors. 1973 Daytona 200 6th place finisher. Rider: No.15 Morio Sumiya

Type of engine Air-Cooled 4-st. Inline-4 OHC
Engine displacement 736cc


HONDA CB500R 1975
This prototype was developed in preparation for the 1975 Bol d'Or 24-Hour Endurance Race. It was equipped with the newly developed 3-valve head later used on the Hawks. Development Rider : Morio Sumiya

Type of engine Air-Cooled 4-st. Inline-4 OHC 3-Valve Gear Train
Engine displacement 749.35cc
Maximum power over 86.7PS / 11,000rpm
Transmission 5-Speed
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm

HONDA CB750F 1979
This domestic market 750cc super sports featured clean, flowing lines. Its high-performance DOHC 4-valve 4-cylinder engine and jet-fighter styled cockpit reignited CB popularity.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Inline-4 DOHC 4-Valve
Engine displacement 748cm3
Maximum power 68PS / 9,000rpm
Maximum torque 5.9kgm / 8,000rpm
Dry weight 228kg
Frame type Double Cradle
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 538,000yen

HONDA CB250RS 1980This single-cylinder sports bike was lightweight and offered nimble handling. Its slim design was a major feature. Promotional photos of the machine featured NR rider Takazumi Katayama.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Single OHC 4-Valve
Engine displacement 248cm3
Maximum power 25PS / 8,500rpm
Maximum torque 2.2kgm / 7,000rpm
Dry weight 128kg
Frame type Diamond
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm
Price (At the time) 298,000yen

HONDA CB1100R
This limited-production super sports boasted RS1000 technology. Its race-spec high-performance engine, chassis and suspension were hand-built. It raced with great success on tracks around the world.

Type of engine Air-Cooled 4-st. Inline-4 DOHC 4-Valve
Engine displacement 1,062cm3
Maximum power 105PS / 9,000rpm
Maximum torque 9.05kgm / 7,500rpm
Dry weight 235kg
Frame type Double Cradle Pressed Steel Pipe
Suspension (Front) Telescopic
Suspension (Rear) Swing Arm

HONDA CB1100 2013

ENGINE
Engine Type 1140cc air- and oil-cooled inline four-cylinder
Bore And Stroke 73.5mm x 67.2mm
Induction PGM-FI with automatic enrichment circuit, 32mm throttle bodies
Ignition Digital transistorized with electronic advance
Compression Ratio 9.5:1
Valve TraDOHC; four valves per cylinder

SI TANGGUH DAN SI BANDEL HONDA GL SERIES


Setelah kemunculan Honda CB yang populer pabrikan sayap mengepak, Honda, mengeluarkan motor penerusnya yakni Honda GL Series. Honda GL yang digadang-gadang oleh Honda untuk melanjutkan kejayaan sang kakak, Honda CB, pertama kali muncul pada tahun 1979.


Honda GL 100, GL 100, Honda GL 100 Series
Honda GL 100
Honda GL muncul di ranah otomotif tanah air dengan 2 kapasitas engine yang berbeda, 100cc dan 125cc. Penggemar otomotif tanah air pun tertarik dengan kuda besi yang berbeda ini karena di kala itu ranah otomotif roda 2 tanah air masih penuh dengan asap putih alias 2 tak. Di tahun 1979, awal kemunculannya, desain Honda GL sedikit menyerupai Honda CB, lampu, speedometer dan tachometer masih bulat. Lampu belakang mirip dengan Honda CB dengan lampu sein belakang tertempel di behel belakang. Kaca spion berbentuk bulat, rem depan sudah memakai cakram tetapi masih menggunakan kabel alias mekanis.

Honda GL 100, GL 100, GL 100 Series
Honda GL 100

Tahun 1982, Honda GL mengalami perubahan desainnya. Lampu, speedometer dan spion berbentuk kotak sedangkan dudukan lampu belakang menjadi satu dengan lampu sein yang berubah menjadi kotak juga. Di tahun berikutnya, tahun 1985 Honda GL Series mengubah sistem pengapiannya yang semula memakai Platina menjadi CDI. Di tahun ini pula muncul sang adik yaitu Honda GL Max yang berkapasitas 125cc dan Honda GL Pro yang berkapasitas 145cc.
Honda GL 100, GL 100, GL 100 Series
Honda GL 100

Honda GL 100, GL 100, GL 100 Series
Honda GL 100


Honda GL 125, GL 125, GL 125 Series
Honda GL 125

Honda GL Pro di tahun 1992 mengalami perubahan di warna engine. Yang semula berwarna putih keabu-abuan menjadi hitam. Seri GL Pro ini lebih dikenal dengan Honda GL Pro Black Engine. Seri GL Pro Black Engine ini terkenal lebih bandel dan lebih tangguh dibandingkan dengan seri GL Pro yang sebelumnya.

Honda GL Pro Black Engine, Honda GL Pro, GL Pro Black Engine
Honda GL Pro Black Engine
Di tahun 1996 Honda akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi GL 100 . Sedangkan Honda GL Max dan GL Pro yang masih tetap berjalan melanjutkan perjalanannya di ranah otomotif tanah air. Honda GL Max dan GL pro di tahun ini mengalami perubahan lagi, yakni menjadi GL Max Neotech dan GL Pro Neotech. GL Pro Neotech naik kapasitas dapur pacunya yang awalnya 145cc menjadi 160cc yang menambah tenaga kuda besi menjadi lebih mumpuni untuk melawan motor sekelasnya.
Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech,Honda GL Pro
Honda GL Pro Neotech
Umur GL Pro Neotech akhirnya habis di tahun 2000 sedang saudaranya, GL Max Neotech masih melanjutkan perjalanannya. Tahun 2005 Honda mematikan GL Max Neotech.
Honda GL Max Neotech, GL Max Neotech, Honda GL Max
Honda GL Max Neotech
Walau sudah lama mati, Honda GL Series yang pernah berjaya di masanya sekarang tetap memiliki penggemar tersendiri karena karakter engine yang bandel dan tangguh serta desainnya yang berbeda dengan yang lain. Nama GL sendiri adalah singkatan dari Gin Linamoto yang merupakan kakek moyang pendiri honda, Soichiro Honda.
Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100

Spesifikasi GL 100 :
Panjang x lebar x tinggi                  : 1900 x 735 x 1017 mm
Jarak sumbu roda                            : 1200 mm
Berat kosong                                   : 98,5 kg
Ban depan                                       : IRC 2,50-18 (4 PR)
Ban belakang                                  : IRC 2,75 -18 (4PR)
Jenis/kapasitas tangki bbm             : bensin/11,5 liter
Pemakain bahan bakar                    : 50 km/l pada kecepatan 50 km/jam
Engine                                             : 1 silinder/OHC
Pendingin                                        : udara
Kapasitas silinder                            : 105 cc
Diameter x langkah                         : 52 mm x 49,5 mm
Perbandingan kompresi                   : 9,2 :1
Daya maksimum                              : 12 HP/10000 rpm
Torsi maksimum                              : 0,85kgm/8500 rpm
Jenis/Kapasitas oli engine               : SAE 30 Kelas SE 1 liter


Berikut iklan yang sempat ditayangkan di TV dari GL 100 dan GL 125




Honda GL 125, GL 125, Honda GL
Honda GL 125
Honda GL 125, GL 125, Honda GL
Honda GL 125
Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100
Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100

Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100
Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100
Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100
Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100

Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100

Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100

Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100
Honda GL 100, GL 100, Honda GL
Honda GL 100